Yamaha Mio S

Uang Ratusan Juta Milik Pengusaha Raib, Diduga Kena Gendam

  Kamis, 13 Juni 2019   Ananda M Firdaus
Ilustrasi. (pixabay.com)

BABELAN,AYOBEKASI.NET--Nasib Nahas dialami Achmad Sugandi (56), warga asal Perum Indah Babelan, Kabupaten Bekasi. Uang ratusan juta miliknya raib diduga tertipu oleh seorang kenalan bernama Suwandi alias Onyon.

Tadinya uang itu digunakan untuk membeli barang-barang elektronik kebutuhan bisnis Sugandi. Sayangnya, barang tak pernah sampai setelah Sugandi mengirim sejumlah uang kepada Onyon.

Anak korban inisial RNP (31) mengatakan, orangtuanya itu diduga digendam atau diguna-guna oleh Onyon. Penipuan itu sudah berjalan hingga tiga bulan. Sugandi yang belum menerima barang malah terus mengirimkan uang kepada Onyon selama waktu itu. 

"Orangtua saya bisnis jual beli barang elektronik. Nah saya menduga Onyon hanya mengelabui orang tua saya," kata RNP, Kamis (13/6/2019).

Kepada Sugandi, Onyon mengatakan bahwa ia bekerjasama dengan sejumlah orang di perusahaan elektronik sehingga bisa mendatangkan barang-barang yang dipesan Sugandi yang selanjutnya akan dikirim langsung ke kediamannya. 

Setidaknya ada empat nama yang dibawa-bawa Onyon. Pertama Purwanto yang sempat mendapat transfer uang sebanyak Rp75 juta dari Sugandi. Namun hingga sebulan menunggu barang tidak pernah sampai ke rumah Sugandi.

Bisnis tak berjalan lancar, Sugandi yang mencoba terus berkomunikasi dengan Purwanto malah diminta lagi sejumlah uang. Mirisnya, uang yang diminta itu digunakan untuk kepentingan foya-foya, namun tanpa sadar Sugandi tetap memberikan uangnya. 

"Jadi selalu meminta uang, orang tua saya setiap permintaan dia (Onyon dkk) dituruti, uang di transfer melalui M-Bangking, bahkan sampai minta handphone dua unit buat wanita malam," urainya.

Sementara peran seorang lainnya inisial Arif dikemas sebagai centeng atau preman. Tujuannya agar orang tua RNP takut.

Satu bulan berlalu, Onyon mengabarkan jika usaha Purwanto telah diambil alih oleh keluarga yang tak lain adalah kakaknya.

Namun kabar tersebut teralih. Onyon mengabarkan jika akan mengenalkan rekan bisnisnya yang merupakan orang dalam suatu perusahaan elektronik lainnya bernama Edy. 

"Rupanya Edy juga menipu. Sudah di dikirim uang Rp35 juta," ungkapnya.

Selanjutnya Onyon juga mengalihkan korban kepada Jamal. Kepada korban Onyon mengabarkan jika pria bernama Jamal juga merupakan orang dalam perusahaan tempat Edy bekerja. 

"Minta uang juga, dikirim Rp20 juta ke rekening atas nama Suwandi (Onyon). Nah disini mereka terus berbohong dan orang tua saya terpedaya," tutur dia.

Sebelum dikenalkan pria bernama Edy dan Jamal. Pelaku Onyon juga sempat menyeret nama instansi Kepolisian Sektor Cikarang Selatan dengan alibi tertangkap razia.

"Minta uang cash Rp60 juta. Akhirnya saya sama bapak saya ke Polsek mau tebus mobil itu, nah disanah ada Onyon. Bapak saya kasih uang cash," ujar dia.

Ia mengatakan jika uang yang telah masuk seluruhnya sampai Rp300 juta lebih. Ada banyak alasan yang selalu dinyatakan Onyon untuk mempermaikan Sugandi. 

"Dia minta uang buat berobat orang tuanya aja dari orang tua saya. Banyak habis sampai sewa sopir dia minta buat bawa barang sudah di kasih dan banyak lainnya," terang RNP.

Teranyar sebelum hari lebaran kemarin, Edy menghubungi Sugandi kembali dan meminta uang Rp6 juta. Alasannya jika barang akan dikirim melalui jasa pengiriman barang.

"Barangnya datang tapi cuma boks enggak jelas, kayak rongsokan gitu. Satu karung. Didatangkan dari Indramayu. Nah kemarin (11/6/2019) Jamal kirim barang juga isinya bungkus aqua rongsokan, yang kasih langsung Onyon," ujar dia.

NRP menduga jika pria bernama Purwanto dan Jamal fiktif. Kini Onyon menipu orangtuanya bersama dengan pria bernama Edy.

"Ini yang bertanggung jawab penuh adalah Onyon. Dia semua otaknya, dia menipu dan saya duga pakai ilmu hitam," tandasnya.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengimbau kepada korban untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

"Kami akan terima, silahkan laporkan dulu agar bisa masuk ke tingkat penyelidikan," singkat Erna.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar