Yamaha Mio S

Rantau ke Bekasi, Jangan Lupa Bawa Dokumen Kependudukan

  Minggu, 09 Juni 2019   Ananda M Firdaus
Kota Bekasi. (Ananda M. Firdaus/Ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET—Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi Taufiq Rahmat Hidayat mengatakan, banyak di antara penduduk Kota Bekasi merupakan para pendatang dari luar daerah. 

Para pendatang itu bisa tiba saat momen arus balik Lebaran. Namun, pihaknya pun melihat kedatangan mereka saat hari-hari biasa. 

"Bukan hanya datang di Lebaran, setiap hari orang masuk ke Kota Bekasi itu selalu ada," kata Taufiq, Minggu (9/6/2019). 

Oleh karena itu, setelah momen Lebaran berakhir, instansinya berencana memulai pendataan dengan menggelar operasi kependudukan atau disebut operasi yustisi. 

Dalam operasi tersebut, para petugas dinasnya akan dikerahkan ke setiap kelurahan. Operasi yustisi, terangnya, antara lain untuk mendata warga pendatang yang membawa kelengkapan dokumen kependudukan, satu di antaranya surat keterangan pindah.

Dengan melengkapi dokumen kependudukan termasuk surat keterangan pindah, warga pendatang bisa mendapatkan pelayanan kependudukan dari pemerintah setempat. 

"Kita cek kelengkapan kependuduk warga tersebut seperti KTP dan SKPWNI (Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia)," jelasnya.

Karenany, Taufiq mengimbau agar warga pendatang membawa kelengkapan dokumen kependudukan. Untuk SKPWNI sendiri dapat diurus di kota atau kabupaten asal pendatang. 

Perantau Mesti Memiliki Keterampilan Kerja

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyikapi fenomena tahunan ini. Hal yang paling penting bagi Tri, para pendatang tersebut memiliki keterampilan bekerja sehingga tidak merasa berat tinggal di daerah metropolis ini. 

“Jika warga dari luar daerah yang datang ke Bekasi namun tidak punya keterampilan, nantinya mereka akan tersisihkan dengan sendirinya,” kata Tri.

Dia menilai, karena Kota Bekasi banyak didatangi warga dari luar daerah, kota ini menjadi beragam. Selaras dengan itu, hal-hal positif akan datang. 

“Itulah yang akan memberikan warna tersendiri terhadap Kota Bekasi. Bekasi bisa begini begitu juga karena mereka yang kemudian memberikan warna dan mendatangkan investasi, membayar pajak retribusi,” katanya.

Namun, Tri menegaskan, keterampilan menjadikan seseorang mampu bertahan hidup. Malah di suatu kesempatan Wali Kota Bekasi menyampaikan dengan memiliki keterampilan warga pendatang tidak menjadi beban sosial lingkungan kota. 

“Kami berharap, kami mengingatkan bahwa, orang yang datang itu harus memiliki keterampilan, kemudian harus memiliki kapasitas, harus memiliki nilai lebih. Karena kalau enggak mereka nanti akan tereliminasi tersendiri,” tandasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar