Yamaha Mio S

Masih Libur, Ayo Jajal Hutan Mangrove Muara Gembong

  Jumat, 07 Juni 2019   Ananda M Firdaus
Ekowisata Mangrove Muara Gembong. (Ananda M Firdaus/ayobekasi.net)

MUARA GEMBONGAYOBEKASI.NET -- Suasana libur lebaran masih terasa. Waktu luang pun masih tersedia sebelum berjibaku dengan deretan pekerjaan di kantor. Maka tak salah objek wisata menjadi pilihan menghabiskan waktu di sisa libur ini.

Di Bekasi, terdapat satu wilayah sangat cocok dijadikan tempat berlibur. Nama kawasannya adalah Muara Gembong. Bumi bagian Utara Bekasi ini sudah sangat terkenal dengan pemandangan hutan mangrove yang memanjakan mata.

Muara Gembong merupakan suatu kecamatan di Kabupaten Bekasi yang terdiri dari enam desa. Dua di antaranya yakni Desa Pantai Mekar dan Pantai Bahagia memiliki berhektare-hektare hutan mangrove yang cocok dijadikan tempat berlibur. 

Di Desa Pantai Mekar sendiri, Hutan Mangrove bahkan sudah diresmikan menjadi objek wisata bertajuk ekowisata. Tempat ini mulai dilirik pemerintah selain sebagai tempat konservasi, juga sebagai sarana edukasi akan pentingnya hutan mangrove.

Di sana pengunjung bisa menggunakan jembatan warna-warni untuk menyusuri hutan mangrove. Walau tidak terlalu luas,ekowisata mangrove di Pantai Mekar sangat cocok dikunjungi, apalagi untuk kaula muda yang tidak pernah puas mengabadikan momen lewat satu dua foto kala berlibur.

Disamping pohon bakau, terdapat beragam jenis pepohonan lokal Muara Gembong yang bisa dilihat di sana, misalnya pohon api-api, pidada, atep, dan jeruju.

Selain itu, daya tarik wisata alam Bekasi ini dikarenakan menjadi habibat beragam fauna. Jika beruntung, meski di luar hutan lindung, pengunjung bisa melihat aneka binatang seperti monyet ekor panjang, lutung Jawa, biawak. Lalu terdapat puluhan jenis burung lokal, maupun migrasi dari Australia, misalnya kuntul besar, raja udang kalung biru, dan cangak abu.

Berbeda dengan wisata di Pantai Mekar, di desa sebelahnya, yakni Desa Pantai Bahagia, pengunjung bisa menyusuri hutan mangrove menggunakan perahu. Meski masih dikelola secara mandiri oleh warga setempat, namun pemandangan hutan mangrove tak kalah menarik.
Pengunjung tinggal menyewa perahu yang banyak disediakan di sekitar pemukiman warga.

Kebanyakan penyewa perahu tidak mematok harga pasti. Namun sekalinya pengunjung mulai menaiki perahu untuk menyusuri sungai di sekitar hutan mangrove, rasa dahaga berlibur tergenapi.

Apalagi, setelah menyusuri hutan mangrove yang berjarak sekitar 30 menit tersebut, pengunjung akan dibawa ke satu pulau tempat serupa pantai yang hanya muncul saat air sedang surut-surutnya atau biasa muncul saat sore hari. Pantai tersebut masih terbilang perawan. Hanya perahu yang bisa mengaksesnya.

Ketika tiba di bibir pantai, hanya pemandangan alam yang terlihat. Pulau ini sangat dipenuhi pepohonan dan pasir sepanjang pantai, tak ada satupun bangunan. Pengunjung mungkin sama sekali tak akan percaya bahwa objek wisata ini memang benar-benar berada di Bekasi.

Untuk berkunjung ke dua tempat ini, pengunjung perlu menempuh jarak sekitar 50 kilometer dari arah Kota Bekasi atau sekitar 70 kilometer dari arah Jakarta. Rasa lelah, dua sampai tiga jam perjalanan dipastikan terbayar lunas jika pengunjung sudah melihat objek-objek wisata ini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar