Yamaha Mio S

One Way di Tol Bikin Lancar, Jasa Tukar Uang Melesu

  Senin, 03 Juni 2019   Ananda M Firdaus
Penjaja tukar uang di jalur mudik Kabupaten Bekasi. (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

CIKARANG TIMUR, AYOBEKASI.NET--Jasa penukaran uang baru ramai bermunculan sepanjang jalur pantura di Kabupaten Bekasi. Bisnis ini memang menggiurkan karena di momen lebaran memberi tunjangan hari raya kepada sanak saudara sudah menjadi budaya masyarakat.

Namun, jumlah keuntungan tak selalu sama didapat tiap tahunnya oleh para penjaja uang baru. Hal itu salah satunya diakui Sihombing (34) yang menjajakan uang barunya di Jalan Fatahillah, Cikarang Barat.

"Sekarang lebih sepi, ramean tahun kemarin," ujarnya kepada Ayobekasi.net, Senin (3/6/2019).

Sihombing coba membanding-bandingkan keuntungan jasanya dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti tahun sebelumnya yang membuatnya keranjingan sehingga kembali menggeluti jasa ini.

"Dulu modal Rp100 juta uangnya bisa dibeli semua. Tapi sekarang udah H-2, uangnya masih sisa Rp30 juta," katanya.

Dia menilai lesunya bisnis tukar uang pada tahun ini disebabkan ruas jalan yang dilalui pemudik cenderung lancar tidak seperti dulu.

Dia tidak memandang salah dengan hal tersebut, hanya saja berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, rezeki penukaran uang banyak didapat karena jalanan yang macet.

"Kalau macet biasanya ada yang beli," ujar Sihombin, yang juga mengaku sudah melakoni jasa ini selama empat tahun terakhir.

Dia pun menilai, bisa saja ekonomi masyarakat cenderung menurun di tahun 2019 sehingga pembeli uang baru jarang singgah di lapaknya atau karena pelapak sepertinya sudah terlalu banyak.

Bisa juga, lanjutnya, pemudik cenderung memilih bermudik di ruas tol karena daya tawar rekayasa jalan one way atau satu arah diberlakukan. Imbasnya, terka dia, jalan arteri jadi lengang.

"Itu sudah bagus (one way), tapi ya minusnya mungkin jadi ke pedagang-pedagang kaya saya," katanya.

Kendati begitu, diakuinya jasa ini masih memberi untung banyak untuk tahun ini. Dari beragam pecahan uang mulai Rp2.000-Rp20.000, ia biasa mendapat untung Rp10.000 per uang pecahan yang ditukar sampai Rp100.000.

Jika diakumulasi dengan modal yang ia keluarkan, berjualan jasa tukar uang selama dua minggu di bulan Ramadan menghasilkan keuntungan cukup besar.

"Ya kalau bersih-bersihnya, untung bisa Rp3 juta sampai Rp5 juta," katanya.

Dari pantauan Ayobekasi.net, pelaku jasa penukaran uang tersebar sepanjang jalur mudik Bekasi. Selain di Jalan Fatahillah, mereka juga ditemukan di Jalan Gatot Subroto sampai Jalan Lemah Abang, Kabupaten Bekasi.

Jasa penukaran uang pun dapat ditemui di sepanjang Jalur Kalimalang di daerah Tambun Selatan, Cibitung, hingga Cikarang Selatan.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar