Yamaha Aerox

Andai Bekasi Punya Museum, Apa Saja Isinya?

  Kamis, 23 Mei 2019   Ananda M Firdaus
Gedung Juang 45. (Ananda M Firdaus/ayobekasi)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET--Sejarawan Bekasi, Ali Anwar mendorong pemerintah daerah baik Kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi membangun museum sebagai pusat peradaban sejarah dan kebudayaan Bekasi. 

Menurutnya, sangat penting suatu daerah memiliki museum yang mengabadikan kisah-kisah lampaunya. Hal terseut, menunjukkan sikap menghargai dan menghormati para nenek moyang.

"(Keberadaan) museum itu menunjukkan daerah atau masyarakat memasuki tahapan peradaban yang tinggi karena menghargai ilmu pengetahuan dan sejarah karena yang terjadi pada masa ini tidak terlepas daripada peran atau peristiwa yang dialami nenek moyang," kata Ali kepada ayobekasi.net, Rabu (22/5/2019). 

Banyak objek-objek bersejarah Bekasi yang nantinya bisa disimpan bila museum itu benar terbangun. Misalnya benda-benda dari Situs Buni yang menjadi peninggalan salah satu kerajaan tertua di bumi Nusantara, Kerajaan Tarumanegara, dan saat ini banyak tersimpan di Museum Nasional, Jakarta. 

"Benda-benda bersejarah Bekasi itu di Museum Nasional banyak. Seperti peninggalan situs buni, itu mulai dari gerabah, kendi, manik-manik, itu cukup banyak. Nah daripada di sana menumpuk banyak, kan bisa dilakukan kerja sama antar pemerintah, ya diminta lah beberapa untuk dijadikan sampel," kata Ali. 

Selain itu, berkenaan peristiwa sejarah agar lebih menarik untuk disimak dan tak sekedar catatan maka dapat dibuat menjadi sebuah diorama. Diorama-diorama itu menceritakan cikal bakal keberadaan Bekasi,  kisah perjuangan para pahlawan, maupun hingga terbagi menjadi dua wilayah kabupaten dan kota.

"Selain itu juga benda-benda yang berkaitan dengan masyarakat Bekasi, misal kalau masyarakat Bekasi itu dulunya bercocok tanam atau bertani, maka harus diperlihatkan alat-alatnya," urainya.

"Atau kalau di masa revolusi itu ikut berjuang, maka seperti senjata kalau masih ada kan bisa dipajang atau misalkan KH Noer Alie sebagai pahlawan punya apa yang bisa ikut disimpan di museum Bekasi," tambahnya. 

Menurut Ali, usaha mengumpulkan objek bersejarah oleh pemerintah Bekasi memang sempat dilakukan dahulu kala pada periode 1970-an. Namun itu pun tak berbekas lantaran diduga telah dicuri saat proses pemindahan bangunan pemerintah. 

Kendati begitu, dia mengatakan masih banyak objek-objek bersejarah yang bisa dicari dan ditempatkan di museum Bekasi kelak. Yang paling penting sekarang, pemerintah memfasilitasi pembangunan gedungnya.

"Yang dibangun museum dulu, sesudah itu baru istilahnya nutur (yang lain mengikuti). Benda-bendanya ada di mana saja dan nanti begitu ketemu itu langsung disimpan dan diamankan dengan baik," tandasnya. 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar