Yamaha Mio S

Ditinggal Keluarga, Iskandar Hanya Minta Kaki Palsu Supaya Dapat Kerja

  Kamis, 16 Mei 2019   Ananda M Firdaus
Penderita diabetes, Iskandar (64). (Ananad M Firdaus/Ayobekasi.net)

MEDAN SATRIA, AYOBEKASI.NET--Pilunya hidup harus diterima seorang pria asal Bekasi Iskandar (64). Di usianya yang tak lagi muda, Iskandar ditinggal istri dan anak-anaknya. Padahal kondisinya tidak juga baik. Kaki sebelah kirinya diamputasi karena penyakit diabetes.

Saat ayobekasi.net berkunjung ke rumah hasil meminjam dari temannya di Jalan Palem 1, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Iskandar menceritakan awal kisah pilunya itu semenjak dirinya sakit sehingga kakinya di bagian kiri harus diamputasi.

"Jadi karena diabetes akhirnya diamputasi. Itu tahun 2018. Status juga masih punya istri. Tapi selepas sakit udah gak ada perhatian, sampai gak ditengokin. Udah ngerawat anak juga dari kecil, tapi udah tua dibiarin," kata Iskandar, Kamis (16/5/2019).

AYO BACA : Ilmuwan Australia Mengaku Senang Hidupnya Diakhiri

Menurut Iskandar awalnya semua baik-baik saja. Dirinya di sisa usia pensiun bekerja di bidang bangunan. Lalu semua aktivitas itu berhenti tahun 2013.

Iskandar mengaku tak pasti mengetahui penyebab dirinya diusir selepas sakit pada 2018. Teman sekaligus tetangga Iskandar di rumah dulunya kemudian sedia menampung. Kurang lebih sudah delapan bulan Iskandar tidak menempati rumahnya terdahulu.

"Barang-barang saya sampai dibuang. Akhirnya saya bawa semuanya ke sini. Itu mungkin jadi cobaan saya, saya cuman bisa istigfar. Kalau udah kejadian ini, mau gak mau, harus dijalanin lah," ujarnya.

AYO BACA : Warga Ini Buat Viral Momen Banjir di Jatimulya Bekasi

Iskandar mengaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia hanya mengandalkan pendapatan dari lahan sewa parkiran. Namun kebutuhan itu tak cukup memenuhi kebutuhannya sehari-hari sehingga terkadang dia masih menerima bantuan dari para tetangga.

Dia pun mengatakan agar berpenghasilan yang cukup layak, setidaknya butuh usaha lebih. Maka dirinya berharap mendapatkan kaki palsu.

Dia mengaku untuk mendapatkan kaki palsu membutuhkan biaya jutaan rupiah. Dia pun sama sekali belum pernah mencoba meminta bantuan pada pemerintah untuk mendapatkan kaki itu. Dia ragu bisa dibantu, pasalnya lewat kartu jaminan kesehatan Bekasi dirinya pernah ditolak saat mengujarkan permintaannya.

"Dulu kalau berobat kontrol pakai KS (Kartu Sehat). Tapi pas saya bilang mau kaki palsu, malah saya diomelin," ketusnya.

Andaikan ada cara lain mendapatkan kaki itu, Iskandar sangat berterimkasih. "Biar aktivitas lancar biar gak ngerepotin orang, kan gak punya duit, kalau ada kaki enak bisa kemana-mana. Mungkin kalau udah ada kaki bisa usaha, atau bantu-bantu orang," tandasnya.

AYO BACA : Mengayuh Sejarah Karawang-Bekasi dengan Sepeda Tua


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar