Yamaha NMax

Angkot Online Bekasi Mulai Diuji Coba

  Jumat, 12 April 2019   Ananda M Firdaus
Petugas Dishub Kota Bekasi menyosialisasikan kebijakan manajemen lalu lintas di Jalan Perjuangan, Kota Bekasi, Senin (21/1/2019). (Ananda Muhammad/Ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET—Angkot di Kota Bekasi saat ini mulai diuji coba dengan menerapkan aplikasi yang disebut TRON. Aplikasi itu dikembangkan PT Teknologi Rancang Olah Nusantara (TRON) bekerja sama dengan VIA.

Aplikasi TRON dirancang untuk memungkinkan pengguna memanggil angkot tanpa perlu berjalan jauh. Setelah melakukan registrasi pada aplikasi, pengguna cukup memasukkan tujuan kemudian diarahkan ke halte virtual terdekat untuk menunggu angkot tersebut.

"Intinya TRON ini dan pemerintah bisa memberdayakan saudara kita supir angkot yang rutenya sedikit. Makanya dalam perjalanan itu trayeknya tetep, tetapi bisa melingkar di zona-zona untuk jemput penumpang," kata Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi Fatikhun, Jumat (12/4/2019). 

Fatikhun menjelaskan, rumusan angkot berbasis online tersebut dinilai dapat membantu pendapatan para sopir yang terus terseret arus transportasi modern. Pasalnya, dalam sehari pendapatan para sopir angkot, menurut Fatikhun, rata-rata hanya di bawah Rp50.000. 

Adapun hadirnya aplikasi guna memodernisasi operasional angkot sehingga bisa diakses sopir, perusahaan pemilik angkot, juga calon penumpang. Sementara itu, pola zonasi bertujuan agar calon penumpang yang biasanya tidak dalam jangkauan angkot bisa lebih mudah mengakses angkot.

Untuk tahap awal, aplikasi TRON diterapkan kepada 70 angkot yang terbagi ke dalam dua trayek yaitu trayek K-11 yang terbagi menjadi tiga rute, dan K-12 yang terdiri dari satu rute. Angkot-angkot tersebut ditandai dengan stiker bertuliskan TRON yang menempel di bagian depan dan belakang badan mobil.

"Sementara (penerapan) untuk sebagian angkot rute K-11 dan K-12. Fokusnya untuk zona Kecamatan Rawalumbu dan Bekasi Timur," terangnya.

Kendati begitu, dia menyadari hadirnya aplikasi ini tidak langsung dapat diterima oleh kebanyakan supir angkot. Untuk itu, pihaknya menggandeng organda untuk melakukan sosialisasi dan melangsungkan sejumlah rapat untuk mematangkan penerapan secara resmi untuk semua angkot di Kota Bekasi. 

"Semuanya insyaallah ikut mendukung. Kalaupun ada yang kurang puas, mungkin karena kurang paham aja. Karena itu, kita sosialisasi terus dengan menggandeng organda. Mudah-mudahan juga bulan ini sudah bisa diluncurkan," tandasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar