Yamaha NMax

Terkait PLTSa Sumurbatu, PT NWA Dimungkinkan Terkena SP-1

  Jumat, 12 April 2019   Ananda M Firdaus
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. (Ananda M. Firdaus/Ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET—PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) sebagai pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Sumurbatu, kemungkinan akan mendapat surat peringatan 1 (SP-1). Hal itu karena PLTSa hingga kini belum berhasil dijalankan sesuai yang diharapkan Pemerintah Kota Bekasi. 

"Sepertinya ada SP-1. Lebih jelasnya bisa tanyakan ke DLH," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Jumat (12/4/2019). 

Diketahui, kerja sama pengembangan PLTSa sudah terjalin sejak 2016. Pada kesepakatan tersebut, PT NWA diberikan waktu dua tahun untuk menjalankan PLTSa. Namun, hingga dua kali uji coba, PLTSa belum bisa beroperasi karena kendala mesin, sementara uji coba ketiga dibatalkan. PT NWA mengaku terkendala masalah SDM di lapangan. 

Rahmat menjelaskan, dikeluarkannya SP-1 untuk mengingatkan keseriusan PT NWA mengembangkan PLTSa. Hal itu merupakan prosedur sebelum akhirnya secara resmi kontrak diputuskan, alih-alih PT NWA bisa mencegah pemutusannya.

"Kita juga enggak mau dua tahun diberi kesempatan (mengembangkan PLTSa) lewat perpres itu lalu kita gagal. Jadi, apa yang harus kita perbaiki bersama-sama, itu yang jadi solusi," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi mengungkapkan, pada uji coba terakhir yang sebelumnya sempat dibatalkan karena kendala SDM PT NWA, pihaknya menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mengevaluasi kinerja PLTSa.

Setelah uji coba tersebut, pihaknya melaporkan hasil evaluasi kepada wali kota. Menurut Luthfi, apabila Rahmat mengatakan, demikian untuk memberikan SP-1, hal itu mengisyaratkan PT NWA bisa membenahi lagi pekerjaannya.

"Hasil kemarin kita sudah laporkan kepada Pak Wali. Kalau disampaikan Pak Wali akan menyampaikan peringatan (SP-1) ya memang prosedurnya seperti itu," katanya. 

Dia sendiri mengaku belum diberitahu secara langsung oleh wali kota terkait rencana mengeluarkan SP-1 tersebut. Namun demikian, bila secara resmi surat itu sudah dikeluarkan, maka PT NWA diberi tenggat waktu selama seminggu. 

"Kalau SP-1 tidak melaksanakan (membenahi hasil evaluasi) maka di SP-2. Kalau ketentuan tenggat waktu SP-1 ke SP-2 itu tujuh hari," tandasnya. 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar