Yamaha Aerox

Bekasi Utara Daerah Rawan Money Politic di Kota Bekasi

  Jumat, 29 Maret 2019   Ananda M Firdaus
Menentukan hak pilih. (Irfan Al-Faritsi/Ayomedia Network)

BEKASI BARAT, AYOBEKASI.NET--Kecamatan Bekasi Utara dinilai sebagai daerah paling rawan dengan terjadinya praktek money politic. Hal itu disampaikan Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Bidang Pengawasan, Ali Mahyail, berdasarkan pengamatan pada pemilu 2019.

"Kalau dalam sepakbola itu disebut grup neraka atau dapil neraka, karena banyak caleg-caleg dalam artian kuat di partainya kemudian kursi yang diperebutkan sedikit. Karena persaingannya itu ketat bisa menyebabkan caleg melanggar rambu-rambu undang-undang, termasuk money politic," kata Ali di kantornya, Jumat (29/3/2019).

AYO BACA : PMII Geruduk Bawaslu Kota Bekasi

Menurut Ali, dari daerah tersebut tidak sedikit laporan maupun temuan masuk ke Bawaslu. Dua di antaranya dugaan pelanggaran money politic pernah menyandung nama Caleg DPRD Kota Bekasi Ronny Hermawan dan Enie Widhiastusi. Meski akhirnya yang disangkakan tidak terbukti.

Menurutnya, pemicu money politic dikarenakan calon kontestan politik itu sendiri terhimpit situasi sehingga mengeluarkan jurus untuk meraup suara. Namun begitu, bisa juga dikarenakan masyarakat setempat yang malah memfasilitasi kontestan berbuat money politic.

AYO BACA : Bekasi Butuhkan 6.720 Petugas Pengawas TPS

"Tetapi kalau masyarakatnya sudah maju, sejahtera, mereka mungkin gak mau dikasih materi itu. Karena mungkin masih ada masyarakat kita yang terbelakang, maka masih ada kondisi-kondisi seperti itu, menerima saat caleg sosialisasi, bahkan bisa menodong calegnya mau ngasih apa buat warga," ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan pemetaan wilayah rawan tersebut, pihaknya juga telah berpesan kepada pengawas pemilu kecamatan (panwascam) setempat agar bekerja lebih maksimal. "Untuk bekerja lebih maksimal daripada wilayah lain karena potensi konflik dan pelanggarannya lebih tinggi. Alhamdulillah kawan-kawan panwascam Bekasi Utara mengerti itu," ujarnya.

Dia pun mengungkapkan, beberapa waktu kedepan menjelang masa tenang pemilu pada 14-16 April, pihaknya akan menggencarkan pengawasan. Mengambil pengalaman dari peristiwa-peristiwa pemilu, waktu-waktu itu kerap dimanfaatkan untuk money politic.

Pihaknya akan membekali para panwascam berikut pengawas di tingkat bawahnya dengan sebuah aplikasi guna pelaporan dugaan pelanggaran pemilu bisa tersampaikan dengan cepat kepada Bawaslu.

"Misalnya ada kampanye di hari tenang itu, pengawas langsung laporkan, kita langsung bisa ke sana. Aplikasi itu akan kita pantau terus. Dan kita juga akan patroli, jadi teman-teman Bawaslu pantengin terus monitor," tandasnya.

AYO BACA : Bawaslu Kota Bekasi Dorong Santri Aktif Awasi Pemilu 2019


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar