Yamaha NMax

KPU Diminta Bimbing Warga Disabilitas Mental untuk Nyoblos

  Kamis, 28 Maret 2019   Ananda M Firdaus
Warga binaan Panti Disabilitas Mentas Yayasan Jamrud Biru menunjukan formulir A5 atau surat pindah nyoblos di pantinya, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (28/3/2019). (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

MUSTIKAJAYA, AYOBEKASI.NET--Lima  warga binaan di Panti Sosial Disabilitas Mental Yayasan Jamrud Biru di Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, mendapatkan surat pemberitahuan daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) atau Formulir A5 dari panitia pemungutan suara kelurahan setempat.

Pengurus Yayasan Jamrud Biru, Hartono mengaku menjadi bingung lantaran surat keterangan pindah nyoblos tersebut tidak secara langsung memberitahukan warga binaannya mempunyai hak pilih, sementara kondisi yang bersangkutan berkebalikan alias belum sembuh mentalnya.

"Kalau masih di tempat perawatan belum sadar, namanya masih dibina dan diobati artinya belum sehat. Mereka gak ngerti mana calon-calonnya, presiden sekarang aja mereka gak tau, apalagi legislatif," kata Hartono ditemui di pantinya, Kamis (28/3/2019).

AYO BACA : Peringatan Hari Disabilitas Internasional Dipusatkan di Bekasi

Dia menjelaskan, awalnya surat yang pihaknya terima melalui ketua RT setempat itu berjumlah lima lembar. Hanya saja tiga lembar surat dikembalikan kembali, lantaran warga binaan bersangkutan sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan kepada keluarga.

Dia mengaku tidak mengetahui sama sekali alasan surat pindah nyoblos itu bisa sampai kepada pihaknya. Apakah hal itu sengaja dibuat oleh pihak keluarga atau bukan. Hanya saja, dia belum berani merekomendasikan warga binaan bersangkutan menyalurkan hak pilih.

Dia pun menerangkan, warga binaan yang bisa direkomendasikan untuk mencoblos antara lain sudah mempunyai sikap mandiri seperti menjaga kebersihan diri, rajin beribadah, mempunyai rasa malu, bisa berkomunikasi, dan bersosialisi.

AYO BACA : Tak Masuk DPT, Jangan Khawatir Tidak Nyoblos

Setidaknya hal tersebut menjadi ciri warga binaan dapat dianjurkan memilih, karena secara kesadaran sedikit banyak sudah mulai kembali seperti layaknya orang-orang normal.

"Ada beberapa warga binaan yang mungkin sudah siap nyoblos (berdasarkan ciri kesembuhan mental), tapi kalau yang dapat surat pemberitahuan A5 ini saya katakan belum siap. Karena mereka masih bingung pribadinya," terangnya.

Lebih jauh, dia meminta KPU agar dapat mensosialisasikan kepada warga binaan terkait kepemiluan. Selain membantu agar warga binaan tidak kebingungan menentukan hak pilih, pihak pengurus yang ditunjuk menjadi pendamping pun tidak salah mengarahkan.

"Bagi saya pengurus merasa bingung, pada intinya kita membutuhkan edukasi, sosialisasi dari pemerintah atau KPU bagaimana cara untuk mencoblos dengan mendampingi disabilitas mental," tandasnya.

AYO BACA : KPU Diminta Percepat Pembuatan Surat Pindah Nyoblos untuk Buruh Bekasi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar