Yamaha NMax

Tidak Ada Kompensasi, Warga Tetap Tutup TPA Burangkeng

  Kamis, 14 Maret 2019   Ananda M Firdaus
Aksi penutupan TPA Burangkeng oleh warga setempat, Senin (4/3/2019). (Ananda M Firdaus/ayobekasi.net)

SETU, AYOBEKASI.NET -- Warga sepakat untuk tetap menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Penutupan terus dilakukan setelah pertemuan dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Rabu (13/3/2019) sama sekali tidak membuahkan hasil yang sesuai dengan keinginan warga. 

Mewakili warga, Ketua Tim 17, Ali Gunawan mengungkapkan, awalnya pembahasan dalam pertemuan berjalan lancar. Pihaknya sebelumnya mengajukan 7 permintaan untuk direalisasi. Hanya, pertemuan tidak membahas masalah paling penting yakni kompensasi uang kesejahteraan warga.

AYO BACA : Nasib TPA Burangkeng Diharapkan Membaik Usai Bertemu DLH

"Kalau untuk sebagian permintaan sudah bisa, karena sudah ada tindak lanjut. Baik itu infrastruktur, kesehatan. Tapi kemudian kita walkout karena kompensasi sama sekali gak ada padahal sebelumnya sudah ada komitmen kompensasi siap diberikan, mau dibuat payung hukumnya, mau itu pergub atau perda dikondisikan lah itu," ujar Ali, Kamis (14/3/2019).

Tujuh permintaan itu antara lain meliputi masalah pembangunan infrastruktur, jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, kesejahteraan, pengelolaan sampah TPA secara profesional, adanya zona industri, serta membuat kesepakatan tertulis antara warga dengan Pemda.

AYO BACA : Warga Tutup TPA Burangkeng Sampai Ada Perjanjian Tertulis

Sejumlah poin permintaan sudah disepakati dengan rencana realisasi secara berkala antara tahun anggaran 2019 dan 2020. Tadinya, Tim 17 menganggap pembahasan itu juga akan merumuskan masalah kompensasi, seperti besaran uang atau jumlah warga yang bisa menerima kompensasi. 

"Sebenarnya sama seperti wilayah lainnya permintaan kita yang disepakati, cuma masyarakat kita itu kompensasi. Tapi itu gak ada sama sekali pembahasan,"  katanya. 

Dia pun menegaskan, TPA Burangkeng belum akan dibuka karena kesepakatan gagal, meskipun kabar ribuan ton sampah sudah menumpuk di luar Desa Burangkeng, mengingat TPA sudah ditutup selama 10 hari.

"Jangankan orang luar Burangkeng, warga Burangkeng juga sekarang belum bisa buang TPA untuk saat ini. Warga juga komplain, karena sampahnya numpuk," ungkapnya. 
 

AYO BACA : Nasib TPA Burangkeng Menunggu Lahan Baru


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar