Yamaha NMax

600 Bidang Tanah di Burangkeng Kena Pembangunan Proyek Tol Japek II Selatan

  Rabu, 13 Maret 2019   Ananda M Firdaus
Sejumlah bidang tanah (kiri) yang dipersiapkan untuk jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

SETU, AYOBEKASI.NET--Kepala Desa Burangkeng, Nemin mengungkapkan, wilayah desanya ikut terkena pembangunan Proyek Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan. Sekitar 600 bidang tanah, termasuk kantornya ikut kena imbas pembangunan. Terkecuali lahan TPA Burangkeng yang berhadapan langung dengan kantor desa.

“Pindah kantor pasti karena kena, termasuk ada 600 lebih bidang tanah warga, terus sarana ibadah, masjid ada 2, mushola ada 4, dan bangunan SD 2,” terang Nemin di kantornya, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (13/3/2019).

AYO BACA : 286.000 Kendaraan Lintasi Tol Jakarta-Cikampek

Nemin menerangkan, pada April mendatangkan, direncanakan pihak kontraktor tol akan memulai proses pembayaran bidang tanah maupun bangunan milik warga usai dilaksanakan pengukuran. Menurut rencana, proyek Tol Japek II yang melalui Desa Burangkeng rampung pembangunnya pada Februari 2020.

Nemin menuturkan, sejauh ini, warga tidak memiliki masalah denga adanya pembangunan proyek nasional tersebut. Kendati pihaknya meminta bila ada permasalahan, termasuk sengketa lahan menjelang proses pembayaran bisa diselesaikan dengan cara musyawarah desa.

AYO BACA : Pembangunan Tol Japek Elevated II Capai 62%

“Warga sekarang belum keberatan, karena ini kepentingan Negara. Tapi gak tahu nanti setelah keluar harga. Tapi saya harap ketika ada masalah diselesaikan di kantor desa, jangan sampai di pengadilan, karena pengadilan itu lama. Sementara jalan tol itu pembangunannya harus cepat,” ujar Nemin.

Dia pun mengaku belum menentukan dimana kantornya yang baru akan pindah. Urusan tersebut yang kemudian pihak kontraktor yang akan menyelesaikannya sesudah pihaknya berembuk.

Dia pun mengungkapkan, di antara lima desa di Kecamatan Setu, hanya kantor desanya yang terkena proyek pembangunan. Karena itu, dia berharap mendapatkan kantor baru yang lokasinnya sama-sama strategis.

“Untuk kantor desa belum dapat lokasi yang strategis, karena belum ada yang seperti ini. Ini juga harus dimusyarawahkan dengan unsur-unsur masyarakat dan perangkat desa di musyawarah desa,” tandasnya.

AYO BACA : Tol Jakarta-Cikampek Kerap Macet, Kemenhub Intensifkan Strategi Pengurai Kepadatan


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar