Yamaha NMax

KP2C Sarankan Wilayah Rawan Banjir Kembangkan Early Warning System

  Jumat, 08 Maret 2019   Ananda M Firdaus
Banjir terparah yang menimpa Perum Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada 21April 2016. (Dok KP2C)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET--Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) menyarankan wilayah yang berpotensi dilanda banjir akibat luapan air sungai untuk mengembangkan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di hulu atau titik tertentu sungai.

"Dengan adanya sistem EWS, warga yang wilayahnya berpotensi banjir bisa mengetahui adanya ancaman banjir beberapa jam sebelum banjir akibat meluapnya air sungai. Dengan itu, warga bisa punya waktu beberapa jam untuk menyelamatkan diri dan harta bendanya," ujar Ketua KP2C, Puarman Kahar, Jumat (8/3/2019).

Puarman mencontohkan apa yang dilakukan KP2C sejak komunitas ini didirikan pada Maret 2016 dengan mengadaptasi EWS di titik-titik pantau KP2C di Sungai Cileungsi-Cikeas.

AYO BACA : CCTV Pantau Banjir dan Kualitas Air Sungai di Bekasi

"Kami memiliki titik pantau tinggi muka air (TMA) di sungai Cileungsi, Cikeas, Kali Bekasi (Pertemuan Cileungsi-Cikeas, P2C) dan Cibongas. Di empat titik pantau TMA itu kami bermitra dengan petugas pantau yang ada di sana," ujarnya.

Melalui mereka, lanjut Puarman, setiap hari sepanjang 365 hari petugas pantau rutin mengirimkan info tentang TMA ke Pengurus KP2C. Info ini kemudian langsung diteruskan ke lebih dari 6.300 member KP2C melalui sembilan grup aplikasi perpesanan whatsapp, Telegram, Twitter, FB, Instagram, dan media lainnya.

Selain melalui alat pantau yang dipasang khusus yakni peilschaal atau alat ukur ketinggian air sungai, KP2C juga memiliki alat pantau lain, yakni CCTV.

AYO BACA : DLH Bekasi Gandeng KP2C Tangani Isu Pencemaran Kali Bekasi

Dengan pola EWS seperti itu, Puarman mengklaim warga yang terdampak banjir akan lebih tenang karena sudah mendapatkan informasi lebih awal ketika terjadi kenaikan TMA di hulu, hingga enam jam sebelum daerahnya dilanda banjir.

"Kami juga bekerjasama dengan petugas di Bendung Bekasi. Dengan informasi yang mereka terima dari kami, buka tutup pintu air bisa dilakukan lebih awal, sesuai SOP mereka," ujar Puarman.

Kolaborasi itu membuahkan hasil. Potensi banjir di sedikitnya 24 perumahan di sepanjang aliran sungai Cileungsi-Cikeas sejak 2017 menurun. Jumlah perumahan yang dilanda banjir pun berkurang.

"Masyarakat tak lagi gelisah ketika hujan di hulu turun deras, karena mereka bisa mengikuti info TMA real time ketika air sungai di hulu bisa berpotensi menjadi banjir," terangnya.

Terkait banjir yang melanda sebagian wilayah Indonesia belakangan ini, KP2C menyatakan ikut prihatin. Dia pun sedia membantu bila EWS bisa diadopsi di daerah-daerah tersebut.

"Kami siap membantu untuk berbagi sistem kerja kepada pihak-pihak yang ingin mengembangkan EWS ketinggian muka air sungai. Termasuk melakukan edukasi kepada warga terdampak," tandasnya.

AYO BACA : 14 Industri Diduga Cemari Kali Bekasi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar