Yamaha Aerox

Warga Banyak Sakit, Aturan Kartu Sehat Bekasi Dirubah

  Jumat, 08 Februari 2019   Ananda M Firdaus
Ilustrasi KS NIK. (istimewa)

BEKASI BARAT, AYOBEKASI.NET--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi merubah regulasi penggunaan Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) pada 1 Februari lalu.

Ketentuan itu menyebutkan peserta aktif BPJS Kesehatan tidak lagi dapat memakai KS NIK di rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi.

AYO BACA : Program Kartu Sehat Bekasi Dilanjutkan 5 Tahun Kedepan

Kepala Seksi Layanan Kesehatan Dinkes Kota Bekasi, Fikri Firdaus menjelaskan, perubahan itu diputuskan setelah evaluasi program KS NIK sejak November 2018. Hal ini salah satunya mengacu pada jumlah masyarakat yang mengalami sakit dinilai banyak.

“Karena dalam satu tahun, saya garis bawahi jumlah orang yang sakit hampir mencapai 1 juta orang. Artinya sepertiga penduduk Kota Bekasi sakit. Ini jadi pertanyaan, kenapa?” jelas Fikri di kantornya, Jumat (8/2/2019).

AYO BACA : Ayo Perpanjang Masa Berlaku Kartu Sehat Anda

Setelah ketentuan itu diambil, pihaknya meminta kepada rumah sakit untuk tidak mengaplikasikan aturan langsung namun terlebih dulu mensosialisasikannya sehingga masyarakat pengguna KS NIK yang sekaligus merupakan peserta aktif BPJS Kesehatan tidak mengkomplain.

Bersamaan dengan kebijakan itu, Dinkes saat ini tengah mempersiapkan agar masyarakat dapat mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan. Hal itu merupakan tertib administrasi sebagaimana Pepres Nomor 8 tahun 2018 bahwa pemerintah daerah harus memastikan warganya masuk kedalam kepesertaan BPJS.

“Atas dasar inilah kita tertibkan, dan telah kita sampaikan kepada seluruh direktur rumah sakit agar tidak terjadi tumpang tindih," pungkasnya.

AYO BACA : Dengan Kartu Sehat, Warga Bekasi Tak Ditarik Biaya Apapun


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar