Yamaha NMax

Tri Akui Warga Kota Bekasi Berkontribusi Terhadap Sampah Kali Pisang

  Kamis, 10 Januari 2019   Ananda M Firdaus
Tumpukan sampah di Kali Pisang di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jumat (4/1/2019). (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET--Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyoni mengakui bahwa sebagian warganya di sejumlah wilayah berkontribusi terhadap kondisi Kali Pisang di Kecamatan Tarumajaya yang tertutupi oleh sampah.

Diketahui bahwa sampah di Kali Pisang terlihat parah. Gundukan sampah hampir rata menutupi seluruh permukaan aliran kali hingga kondisi air berubah hitam. Sampah yang diduga kebanyakan dari sampah rumah tangga tersebut diduga memanjang sampai satu kilometer lebih.

Menurut Tri, hal ini menjadi teguran bagi pemerintah maupun warga Kota Bekasi secara umum. Pasalnya, usai viral kondisi buruk Kali Pisang, DLH Kabupaten Bekasi menyebut warga Kota Bekasi ikut menyampahi kali.

AYO BACA : Daratan Sampah di Kali Bikin Keluarkan Bau Menyengat

"Terkait kabar itu juga saya ke lapangan, ternyata bisa dianggap ada tapi tidak seluruhnya, karena ternyata ada seperti di Kelurahan Margajaya hampir ada empat sampai lima RW tidak memiliki tempat sampah, akhirnya itu diakui oleh warga mereka membuang sampah sembarangan," kata Tri, Kamis (10/1/2019).

Karena itu, lanjutnya, langkah strategis yang pihaknya hendak lakukan dengan meminta Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan sarana pembuangan sampah serta truk kontainer pengangkut sampah.

Menurut Tri, hal itu setidaknya dapat mengurangi tumpukan sampah yang berada di lingkungan warga sehingga tidak berpotensi dibuang sembarangan termasuk pada aliran kali.

AYO BACA : Pentingnya Masyarakat Memahami Persoalan Sampah di Bekasi

"Kemudian kita mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat dan bersih bukan saja di lingkungannya tapi secara makro," ujarnya.

Tri sendiri mengaku pihaknya belum berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kendati akan langsung merealisasikan rencananya dalam upaya pencegahan masyarakat berbuat hal yang serupa.

Namun bila pemerintah kabupaten butuh tenaga bantuan membersihkan Kali Pisang, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk membantu.

Sebagai tambahan, saat ini kondisi Kali Pisang masih dalam pembersihan di antaranya menggunakan alat berat untuk mengangkut sampah dari dalam kali. 

Sejak giat pembersihan kali dilakukan pada Sabtu (5/10/2018) sampai Senin (7/10/2018), sampah yang terangkut diperkirakan mencapai 700 ton. Pengangkutan sampah hingga Kali Pisang kembali normal diperkirakan membutuhkan waktu sampai satu bulan.

AYO BACA : Tumpukan Sampah Kembali Menutupi Aliran Sungai Cikeas


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar