Yamaha NMax

Kota Bekasi Targetkan Kawasan Kumuh Berkurang 80 Persen pada 2019

  Jumat, 04 Januari 2019   Ananda M Firdaus
Warga mengecat tembok di lingkungannya sebagai dukungan program kotaku, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Kamis (30/1/2019). (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Pemerintah Kota Bekasi menargetkan kawasan kumuh di kotanya berkurang hingga 80% pada 2019. Hal itu coba diwujudkan melalui program Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) bernama Kota Tanpa Kumuh disingkat kotaku. 

Sekretaris Disperkimtan Kota Bekasi, Imas Asiah, mengatakan program ini sebelumnya sudah diberdayakan pada 2018 yakni di pemukiman warga di Kelurahan Harapan Mulya dan Kelurahan Kalibaru Kecamatan Medan Satria, serta Kelurahan Kayuringin Jaya Kecamatan Bekasi Selatan.

Kegiatan ini, ia akui mendapat respon positif warga dan mereka bersedia membantu dalam pelaksanaan program tersebut.

"Warga di dua kecamatan ini membantu mengecat dinding halaman dan menggambar grafiti agar kawasan tampak lebih menarik dari sebelumnya," ungkap Imas, Kamis (3/1/2019).

Imas mengakui, pemukiman kumuh masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Bekasi. Pasalnya, permasalahan ini merupakan salah satu pilar penyangga perekonomian kota.

Maka dalam hal ini, pemerintah terus melakukan pengembangan program kotaku dengan mencoba menjalin bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan yang diberikan itu dimanfaatkan untuk melakukan penataan drainase, penyediaan air bersih, penataan lingkungan, dan bedah rumah.

Ia menjelaskan, jumlah kawasan kumuh di Kota Bekasi sudah berkurang tahun ini jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. Pada 2016, dari 12 kecamatan dan 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi, 430 hektare di antaranya belum tertata alias Kumuh.

Sehingga, dari 430 hektare sudah berkurang kawasan kumuh mencapai 193.5 hektare atau 45 persen,  dan tahun ini masih ada sekitar 55 persen atau setara dengan 236.5 hektare kawasan kumuh lagi. 

"Jadi kita target 2019 bisa berkurang sekitar 80%," sambung Imas. 
 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar