Yamaha

Tempat Melancong Baru Bekasi, Ekowisata Hutan Mangrove Muara Gembong

  Rabu, 28 November 2018   Ananda M Firdaus
Ekowisata Hutan Mangrove Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

Selamat datang di Jawa Barat,

Informasi ini dipersembahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Provinsi Jawa Barat.

Supported by: Ayo Media Network

MUARA GEMBONG, AYOBEKASI.NET--Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Ekowisata Hutan Mangrove Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Lahirnya tempat wisata ini merupakan kerja sama lima instansi lintas sektor, salah satunya Perum Perhutani.

AYO BACA : Kota Bekasi Kini Punya Objek Wisata Hutan Bambu, Yuk Kunjungi..!!

Administratur KPH Perhutani, Jerry Purwo Nugroho, menerangkan wisata yang terletak di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong ini memiliki luas sekitar 3 hektare dari total 11 ribu hektare hutan mangrove dan hutan produksi di wilayah Muara Gembong.

Menurutnya, daya tarik ekowisata mangrove yakni memberi edukasi masyarakat. Pasalnya, banyak biota flora maupun fauna yang terdapat di kawasan wisata maupun dekat darinya yang bisa dikenal.

"Pohon-pohon di sini dominasi bakau, tapi ada juga pohon api-api,  pidada, atep, dan jeruju yang asli tumbuh di Muara Gembong. Disini juga adalah habitat Lutung Jawa, Kera Ekor Panjang, burung migran dari Australia. Tapi mereka (fauna) berada di petak satu, ada di lahan khusus konservasi," katanya.

Selain itu, kelebihan tempat wisata yakni banyaknya spot foto. Tampak jembatan terbentang cukup panjang sekitar 200 meter yang dikelilingi pepohonan. Suasana alami pun memanjakan pengunjung untuk berfoto karena tempat wisata berhadapan langsung dengan laut.

AYO BACA : Butuh Anggaran Rp20-50 Miliar Jadikan Kalimalang sebagai Destinasi Wisata

"Selain mempunyai spot-spot selfie, nanti akan dibangun juga tempat makan, kafe mangrove, dan juga disekitar tempat wisata rumah warga kita cat warna warni supaya menarik, khususnya bagi masyarakat yang berkunjung untuk selfie," katanya.

Menurutnya, kedepan ekosistem esensial hutan di Muara Gembong akan coba dikembangkan lagi. Rencana itu dengan menjadikan, misalnya lahan konservasi hewan sebagai tambahan sarana rekreasi ekowisata.

"Tapi dengan memperhatikan ekologi daripada tempat tersebut, sehingga satwa tidak hilang, tidak terganggu kedatangan orang," tambahnya.

Untuk memasuki area wisata, pengunjung hanya ditarif sebesar Rp5.000. Harga tersebut merupakan promo awal sebelum penyesuaian harga baru karena ekowisata hutan mangrove akan terus dikembangkan hingga tiga tahun kedepan.

Untuk sampai di tempat ini, secara infrakstruktur jalanannya memang belum cukup baik. Setidaknya membutuhkan waktu sekitar satu sampai tiga jam dari arah Jakarta, tergantung alat transportasi yang digunakan.

"Jarak dari Jakarta (jalur darat) bisa sekitar tiga jam tapi kalau menggunakan kapal (jalur laut) misal dari Pantai Marina atau Cilincing bisa satu jam," tandasnya.

AYO BACA : Kampung Pangkalan Bambu Berpotensi Jadi Wisata Anyar di Bekasi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar