Yamaha NMax

KKN Tematik Smartcity Memberi Pengalaman Baru Para Mahasiswa Unisma

  Selasa, 11 September 2018   Ananda M Firdaus
Para anggota kelompok empat KKN Unisma di lingkungan RT 01 RW 06, Marga Jaya, Bekasi Selatan, tempat mereka mengabdi, Senin (10/9/2018). (Ananda/ayobekasi)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET--Sebanyak 331 mahasiswa asal tujuh fakultas dari Universitas Islam '45 (Unisma) melangsungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di empat kelurahan Kota Bekasi selama sebulan penuh sejak 21 Agustus 2018.

Berbeda dengan pelaksanaan KKN pada biasanya, para mahasiswa dibebankan tugas menyosialisasikan program Pemerintah Kota Bekasi berkenaan smart city. Selain karena tematik, yang membuat berbeda pelaksanaan KKN lantaran dilaksanakan di tengah kehidupan perkotaan.

Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi yang menggagas program bahkan mengklaim pelaksanaan KKN dengan model tematik sekaligus bertempat di tengah perkotaan baru pertama kali dilaksanakan di Tanah Air.

Wakil Ketua Kelompok Empat KKN Unisma, Yeni Lestari, berbagi cerita tentang pengalaman pelaksanaan KKN kelompoknya kepada ayobekasi.net. Kelompok empat beranggotakan 22 orang mahasiswa. Kelompok ini mendapatkan tugas mengabdi di Kelurahan Marga Jaya, Bekasi Selatan, mencakup RT 01, 03, dan 04 di RW 06. Menurut Yeni, banyak hal baru didapatkan para peserta lewat pelaksanaan KKN.

"Perihal KKN mengenai smart city ini kita memang kaget, yang kita tahu KKN biasanya diadakan di desa, tiba-tiba kedapatan di kota dan temanya smartcity yang kita biasa dengar hanya sekilas aja," ujar mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Unisma ini, Senin (10/8/2018).

Yeni menjelaskan, para mahasiswa KKN ditugaskan mensosialisasikan sejumlah aplikasi yang telah dibuat oleh Pemkot Bekasi kepada warga setempat. Antara lain, SiTiktik Jumantik untuk pemetaan kepadatan nyamuk di wilayah, Raport RT/RW untuk pelaporan dan pengarsipan dokumentasi atau kerja RT/RW, Pengaduan Online Terpadu atau POT, serta SiPaten untuk mengakses layanan online terpadu yang langsung tersambung ke kecamatan.

Awalnya para anggota di kelompoknya sempat kesulitan untuk melakukan sosialisasi aplikasi-aplikasi ini, terlebih konsep smartcity perlu didalami karena hanya dikenal sekilas. Namun kelompoknya senantiasa berusaha agar aplikasi-aplikasi tersebut dikenali dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dia pun bercerita, yang membuat KKN ini serasa luarbiasa lantaran para peserta mesti menyesuaikan diri dengan karakter masyarakat yang hidup di perkotaan. Penyesuaian para peserta KKN menghadapi latar masyarakat perkotaan agar dapat diterima saat mensosialisasikan aplikasi-aplikasi smartcity ataupun menjalankan program-program lainnya tidaklah mudah.

"Susah juga kita nentuin program-program untuk KKN, kalau di desa permasalahan mungkin mudah ditemukan, akhirnya program bisa langsung dipetain. Kalau di kota masyarakatnya, kan, cenderung modern otomatis mereka jelas lebih pintar. Kita takutnya membuat program tapi kita kelihatan lebih bodoh daripada mereka," ujarnya.

Akhirnya para anggota kelompok berbagi tugas dengan melakukan observasi untuk mendalami karakter tiap-tiap warga antar wilayah. Setelahnya, program yang telah dibawa atau program baru dapat berjalan, misalnya membangkitkan potensi ekonomi di lingkungan warga.

"Program lain yang kita lihat dari potensi di wilayah tersebut misalnya ada potensi UMKM, nah, kita bantu lagi untuk mengembangkan usaha tersebut lewat branding. Ibaratnya di branding lewat digital marketing untuk mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Yeni menambahkan, kelompoknya masih harus bekerja keras mengabdi kepada warga dalam kegiatan KKN tematik yang tersisa sekitar 10 hari lagi. Dia berharap usaha para anggotanya maupun kelompok-kelompok KKN lainnya dapat bermanfaat banyak bagi kelangsungan smartcity di Kota Bekasi kedepannya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar