Yamaha NMax

Diduga Mencuri, Remaja Bekasi Ditelanjangi Warga

  Jumat, 13 April 2018   Ananda M Firdaus
Kapolrestro Bekasi Kota, Indarto. (Ananda Firdaus/ayobekasi)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET--Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota berhasil mengungkap kasus kekerasan yang dilakukan terhadap seorang remaja, AJ (13), lantaran diduga telah melakukan tindak pencurian. 

Peristiwa terjadi saat Minggu (8/4/2018) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB di Kampung Rawa Bambu Besar, Bekasi Utara. AJ mengaku awalnya ia tengah bersama teman-temannya–H, R, dan T–yang mengajaknya pergi ke suatu tempat. Namun, ternyata H berniat mengambil jaket yang ada di jemuran sebuah rumah tanpa diketahui AJ. Warga yang memergoki langsung mengejar, lalu AJ bersama H tertangkap, sementara dua lainnya berhasil kabur.

"Saat itu korban diduga mengambil jaket di jemuran rumah. Lalu ada yang memergoki dan dikejar dan berhasil ditangkap warga," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Jumat (13/4/2018). 

Namun, yang disayangkan, kata Indarto, peristiwa penangkapan tersebut malah berbuah tindak kekerasan dari sejumlah warga. AJ bersama H ditelanjangi kemudian dijepit lehernya, dan dijambak hingga akhirnya AJ mengalami luka lebam.

Selang empat hari setelah kejadian, kepolisian didatangi orangtua AJ, yang tidak menerima anaknya mendapatkan kekerasan setelah sebelumnya melakukan visum di rumah sakit. Setelah mendapatkan laporan, akhirnya kepolisian menangkap pelaku kekerasan. 

"Tersangka 3 orang, melakukan tindak kekerasan yang dilakukan bersama-sama terhadap orang. Kami telah menangkap seorang tersangka, MN (40), yang menelanjangi korban. Dua orang lagi yang diduga memukul sedang kami cari," kata Indarto.

Adapun, atas perbuatannya, MN terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara berdasarkan Pasal 170 KUHP tentang Tindak Pidana Kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum. 

Jangan Salah Tindakan

Indarto menerangkan, tindakan warga menangkap orang yang diduga telah melakukan tindak pencurian memang baik, tapi yang salah adalah penangkapan diikuti oleh tindakan kekerasan. 

"Warga ini sudah bagus dengan menangkap pelaku yang diduga pencuri. Itu sudah bagus. Tapi yang perlu dihindari adalah penggunaan kekerasan terhadap orang yang diduga melakukan, apapun bentuknya. Kalau ada tindakan kekerasan terpaksa akhirnya berurusan dengan polisi," kata dia.

Dugaan Pencurian Menunggu Laporan 

Hingga kini, kepolisian sendiri masih akan mempelajari lebih lanjut dugaan pencurian yang dituduhkan kepada AJ dan H.

Indarto mengatakan MN begitu geram saat melakukan tindak kekerasannya. Sebab, beberapa hari lalu sebelum kejadian, spion mobil yang tengah terparkir di daerahnya dicuri dan sempat ada aksi tawuran yang meresahkan warga.

"Dan diduga yang melakukan pencurian juga remaja tanggung. Makanya saat malam itu ada remaja yang mengendap-ngendap ke jemuran langsung dikejar," kata Indarto. 

Namun, hingga sekarang, pihaknya belum menerima laporan dari warga terkait dugaan tindak pencurian yang dilakukan oleh AJ ataupun teman-temannya yang lain.

"Kalau terbukti, kami akan lihat apakah akan dipidana maksimum 10 tahun, atau si anak dikembalikan ke orangtuanya, tentunya dengan beberapa persyaratan," pungkas Indarto.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar