Yamaha NMax

KPU Menyayangkan Mahasiswa Belum Mengetahui Paslon Pilkada

  Kamis, 12 April 2018   Ananda M Firdaus
Para mahasiswa Kampus Unisma tengah berdiskusi dengan mentor program Electainment on Campus yang diadakan oleh KPU Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/4/2018). (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET--Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Divisi Sosialisasi dan SDM, Nani Yuningsih, menyayangkan masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui kandidat Pemilihan Kepala Daerah dan Gubernur Jawa Barat. 

Salah satunya saat pihaknya menggelar agenda pendidikan politik bertajuk Electainment on Campus di Universitas Islam 45 Bekasi pada Kamis (12/4/2018). 

"Terus terang saya kecewa, karena di Bekasi ini kan bukan cuma akan digelar Pilgub, ada juga Wali Kotanya, mestinya mereka mengetahui," ujar Nani. 

Hal tersebut juga ditemui pihaknya saat menghelat program yang sama di sejumlah kampus lainnya. Dia menilai, seharusnya pemilih muda yang erat dengan media sosial justru harus lebih tanggap terhadap informasi yang telah disampaikan pihak penyelenggara pemilu. 

Namun, katanya, hal itu merupakan evaluasi pihaknya agar lebih meningkatkan perannya dalam sosialisasi menjelang pemilihannya pada 27 Juni mendatang. 

"Inilah evaluasi bagi kita agar lebih memasifkan sosialisasi, khususnya dilakukan KPU di daerah," ucap Nani.

Menyambung itu, Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengatakan, memang gelaran masa kampanye yang terhitung telah tiga bulan berjalan ini, berbeda dengan pelaksanaannya pada pemilu-pemilu sebelumnya.

Dia beranggapan, pelaksanaan Pilkada serentak mengeluarkan biaya politik yang besar, sehingga wajar bila para paslon tidak mudah diingat masyarakat.

"Jadi metode kampanye beda, kalau dulu paslon itu bisa arak-arakan kemudian lewat dijalan, mengumpulkan orang di lapangan dan lain sebagainya, sekarang beda, seperti bahan APK itu disiapkan KPU," kata Ucu.

Dia meminta, baik pihak KPU maupun peserta Pilkada Kota Bekasi mesti menaruh perhatian terhadap fenomena ini. Secara bertahap, dia yakin bahwa masyarakat, termasuk kalangan pemilih pemula seperti mahasiswa akan mengetahui para kandidat itu sendiri. 

"Pemilu ini sebetulnya bagaimana bisa menjadi hajat orang banyak, bukan hanya bagi parpol atau penyelenggara, kalaupun ada hal-hal yang belum optimal memang betul karena tahapannya juga masih panjang," terang Ucu. 
 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar